APA ITU PCC? MENELAN KORBAN DI KENDARI

BERITA HARIAN 888 – Balai POM di Kendari Sulawesi Tenggara tengah melakukan pengujian terhadap tablet PCC. Tablet berwarna putih ini diterima Balai POM dari pihak kepolisian setempat. Adila Pababbari, Kepala Balai POM di Kendari mengatakan bahwa belum mendapatkan contoh sampel tablet PCC yang berwarna putih dan cairan yang diminum.

Adila menjelaskan bahwa sebelumnya Balai POM Kendari sudah 10 kali diminta tolong oleh kepolisian untuk diminta memeriksa kandungan tablet PCC. Dari delapan kasus, terbukti di dalam tablet tersebut memiliki kandungan parasetamol, caffeine, dan carisoprodol. Parasetamol itu (berfungsi sebagai) penghilang rasa sakit, caffeine untuk stimulan saraf, dan carisoprodol itu relaksan otot,” kata Adila. DOMINO ONLINE

Namun, Balai POM di Kendari menegaskan bahwa tablet PCC yang mereka uji tidak memiliki izin edar. Hanya terdapat tulisan PCC tanpa diketahui siapa produsen atau distributor besarnya. Selama ini juga, Balai POM di Kendari tidak pernah mendapati tablet ini ada di apotek-apotek. Sementara itu, di Indonesia sendiri sejak 2013, obat yang mengandung carisoprodol ditarik izin edarnya. Penarikan izin edar dilakukan karena obat dengan kandungan carisoprodol sejak 2000 banyak disalahgunakan. Mulai dari efek kesenangan, tambah percaya diri, dan obat kuat.

Di Kendari, sudah ada puluhan orang menjadi korban tablet PCC. Para korban kebanyakan mengonsumsi tablet PCC dengan minuman berenergi. Hal ini membuat efek menjadi mata merah, kejang-kejang, dan halusinasi. Bahkan ada korban yang sampai meninggal.

Menurut Adila, jika seseorang mengonsumsi obat yang tidak dengan aturan terlebih dikonsumsi dengan minuman penambah energi, jelas bisa memberikan efek negatif. Untuk mencegah terjadi penyalahgunaan obat di masa mendatang, Balai POM bakal berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, kepolisian, BNN, dan sektor-sektor terkait. QQ ONLINE

Leave a Reply