BI Mengkritik Mengenai Top-up E-money

BERITA HARIAN 888 – Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI) telah mengkritik Bank Indonesia atas rencananya untuk mengeluarkan peraturan yang mengharuskan konsumen untuk menanggung biaya top-up untuk e-money. YLKI yakin peraturan tersebut akan menghambat perkembangan masyarakat tanpa uang.

Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan akhir pekan bahwa kemunculan transaksi non tunai itu bagus dan akan membuat transaksi lebih efisien dan terjamin.

“Masyarakat tanpa uang sejalan dengan kemunculan ekonomi digital. Tapi kalau BI mewajibkan konsumen menanggung biaya top-up, itu akan menjadi kontraproduktif, “kata Tulus DOMINO ONLINE

Dia mengatakan, sektor perbankan akan mendapat keuntungan dari kemunculan e-money karena mereka sudah mendapat uang dari konsumen sebelum melakukan transaksi. Oleh karena itu, dia berpendapat bahwa bank harus bertanggung jawab atas biaya top-up.

“Tidak adil bagi konsumen jika mereka menghadapi disinsentif dalam bentuk membayar biaya top-up,” katanya. Sebelumnya Gubernur BI Agus Matowardojo mengatakan, bank sentral akan mengeluarkan peraturan akhir bulan ini yang antara lain mengatur transaksi e-money.

“Biaya top up e-money tidak akan terlalu banyak memberatkan konsumen,” kata Agus, menambahkan bahwa peraturan tersebut masih dalam tahap penyelesaian. Dia mengatakan, bank-bank sudah menanggung biaya investasi untuk mengembangkan dan memelihara infrastruktur e-money, sehingga tidak perlu dibebani lagi dengan biaya top-up. QQ ONLINE

Leave a Reply