BNPB Pasang Sirene Sebagai Tanda Bahaya Di Gunung Agung

BERITA HARIAN TERPERCAYA – Untuk memberi orang peringatan dini tentang letusan Gunung Agung di Karangasem, Bali, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) telah memasang sirene di enam titik di sekitar zona bahaya gunung berapi.

Sirene yang disebut “iRaditif (iCast Rapid Deployment Notification System)” adalah sirene mobile yang dapat dipindahkan menggunakan kendaraan.

DOMINO ONLINE – Sirene dipasang di stasiun Polisi Selat, Polisi Rendang, Polisi Tianyar, Kepolisian Kubu, dan Korang Abang dan Koramil.

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pihaknya membawa sirene ke Karangasem dari gudang peralatannya di Sentul, Bogor, setelah status siaga di Mt. Agung meningkat menjadi “Awas [tingkat tertinggi]” minggu lalu.

Dia mengatakan suara sirene bisa terdengar dalam radius dua kilometer, dan berpotensi lebih jauh tergantung angin.

Baca juga : Ratusan warga melarikan diri dari Gunung Agung ke Lombok

“Pemasangan sirene adalah memberi peringatan kepada masyarakat tentang letusan Gunung. Agung. Mereka serupa dengan sirene tsunami tapi bisa dipindahkan ke tempat lain. Fungsi mereka bukan untuk mendeteksi kapan gunung berapi akan meletus tapi memberi tanda bahaya, “kata Purwo

Dia mengatakan sirene bekerja secara manual. Mereka akan melepaskan suara peringatan hanya setelah operator sirene mengaktifkannya saat diinstruksikan oleh pejabat di Pos Utama Tanah Ampo di Karangasem, yang terhubung dengan Mt. Pos pengamatan Agung

Purwo mengatakan BNPB juga memasang tanda peringatan di 54 titik yang dianggap berbahaya. “Anda berada dalam radius 9 km dari puncak Mt. Agung, “mereka membaca. QQ ONLINE

Leave a Reply