Sindikat Penyebar Berita Palsu Ditangkap

BERITA HARIAN TERPERCAYA – Polisi Nasional telah meningkatkan upaya untuk mengungkapkan sumber pendanaan untuk kelompok Saracen, sebuah sindikat online yang dituduh menciptakan dan menyebarkan berita palsu dan ucapan yang membenci untuk mendapatkan uang.

Kamis, Penyidik ​​Departemen Reserse Kriminal (Bareskrim) menanyai dua saksi yang diidentifikasi sebagai Riandini dan Dwiyani, yang dilaporkan bertindak sebagai bendahara kelompok tersebut.

Penyidik ​​juga memanggil Mirda alias Retno, yang juga dipercaya sebagai bendahara Saracen, untuk diinterogasi. DOMINO ONLINE

“Penyidik ​​akan terus menggali informasi dari mereka yang bisa menjelaskan aliran dana Saracen,” kata juru bicara Kepolisian Nasional Sr. Comr. Martinus Sitompul.

Baca juga : Wow….. Go-Jek Semakin Luas. Simak yuk?

Polisi bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidiki setidaknya 14 rekening bank yang diduga digunakan dalam kampanye Saracen.

Anggota kelompok tersebut dilaporkan mendapatkan Rp 72 juta (US $ 5.349) karena menyebarkan berita palsu dan pidato kebencian secara online, termasuk yang diyakini telah memicu sektarianisme selama pemilihan gubernur di Jakarta pada bulan Februari. Setidaknya 800.000 akun media sosial telah dikaitkan dengan grup tersebut.

Empat anggota sindikat tersebut telah ditangkap. QQ ONLINE

Leave a Reply