Keperawananku Kuberikan Kepada Pamanku

CERITA DEWASA, VIPQIUQIU99 – Baiklah, Biasa aku memanggilnya Kiki. Kiki adalah keponakan yg baru kutemui lgi beberapa bulan yg lalu (sekitar September 2016) di Tangerang. Sebagai mahasiswi salah satu Akademii Pariwisata terkenal di Jakarta, dia harus menjalani studi praktek di salah satu hotel berbintang di Lombok. Usianya baru 19 tahun, beda jauh dgn usiaku yg sudah 35 tahun dan sudah menikah dgn dua anak.

Sekarang aku menjalani hidup pisah ranjang dengan isteriku, sejak dia berselingkuh dengan rekan bisnisnya. aku membutuhkan teman perempuan, tetapi tak suka gonta-ganti. One women at a time, lah. Hubungan kami berlangsung biasa saja, karna kami hanya bertemu satu atau dua kali sebulan, pada saat aku melakukan kunjungan kerja ke kota S AGEN DOMINO. Rasanya senang punya saudara di tempat jauh.

Tetapi, lama kelamaan senyumnya itu yg membuatku mabok kepayang. Ukuran tubuhnya yg relatif (tingginya155 cm) Kiki pun merupakan impianku, karna aku juga tak terlalu tiinggii (167 cm). Hubungan kami sebenarnya mulai sebagai layaknya saudara, sampai suatu haii saya telpon dan menyatakan keinginan saya untuk berhubungan lebih serius.

Baca juga : Bercinta Dengan Teman Baru Di Sekolah

“Kapan Kiki ke Jakarta? Aku udah pengin banget niih ketemu sama kamu.” tanyaku sewaktu meneleponnya pada awal bulan yg lalu.“Wah aku gak bisa bolos, kecuali kalo hanya untuk satu atau dua hari. Aku baru pulang nanti bulan Januari tahun depan. Jatah tiket aku untuk bulan-bulan itu.” jawabnya,
“Kecuaii kalo ada yg mau kasih tiket pesawat, hehehe.”
Kesempatan niih, pikirku.
“Gimana kalo aku kirim tiket? Mau kan? Tanggal berapa?” tanyaku penuh harap.
“Gimana kalo akhir minggu ini? Tetapi jangan bilang sama orang rumah kalo aku bolos lho!” pintanya mengingatkan. AGEN QQ

Benar saja, pada hari Jumat sepulang kantor kujemput dia di Cengkareng. Wow.., beda sekali! Dia pakaii celana jeans biru ketat,dengan kaos ketat menggantung, sehiingga pusarnya kelihatan. Dan, ya ampuun.., dgn kaos yg ketat itu, terlihat dengan jelas betapa besar buah dadanya yg terlihat terlalu besar dibanding dgn badannya yg mungiil. Kutaksiir berukuran 36 lah.

Biasanya dia pakai pakaian sedikit longgar, jadi tak begitu kelihatan. Gagang kemaluanku langsung bereaksi, tetapi lalu kutenang-tenangkan supaya cepat kendor. Belum waktunya.
“Gimana Ki, kita makan dulu ya..?”
Kami langsung ke Plasa Senayan, makan sembari ngobrol di Spageti House. Sesudah iitu, kami langsung menuju di Horison Ancol untuk menikmati waktu berdua kami.

Baca juga : MENIKMATI MISS V TANTE MAY DAN ANAK PERAWAN – PART 3

Sesudah ngobrol panjang lebar, kulihat dia berjalan mendekati jendela yg menghadap ke laut. Kuanggap ini sebagai undangan lalu aku mendekati dan memeluknya dari belakang. Kurasakan buah dadanya menjadi lebih kencang dan dipejamkan matanya. Kuciumi lehernya dgn penuh gelora nafsu. Kulepas kaitan BH-nya sehingga dgn leluasa dapat kuraba dan kuremas. Ooh besar sekalii buah dada ini. Kubalik badannya, kuangkat kaos mininya dan kucium dan kulumat penuh gelora buah dada iitu. Sepertiinya ia baru pertama kali pacaran seperti ini DOMINO ONLINE

“Beeeen.. malu nich..!” katanya, tanpa memintaku berhenti. Aku menjadi semakin berani. Celananya kubuka. Kiki memberontak sedikit, tetapi tak terlalu berarti. Kulepas semua pakaiannya sehingga dia telanjang bulat, sementara diriku masiih berpakaian. Putih mulus tubuhnya kunikmatii, karna kami tak mematikan lampu. Kucium seluruh tubuhnya yg berdiriitegak di depanku. Seperti cakeng kepanasan, Kiki menggeliat dan mengerang. Seluruh badannya merinding dan menggigil.

Sewaktu keumat dan jilatanku sampai ke daerah kemaluannya, Kiki mengerang hebat sembari meremasi rambutku.“Hegh.. Beeen.. Enak sekalii. Kaki saya lemes Harch.. tolong akhhu heh..!” erangan yg terdengar sangat merangsang bagiku.Sekali-sekali kuraba dan kuremas lembut buah dadanya yg menggunung itu, sangatlah seksi dan merengsang berahiku.“Beeen heehh please..! Aku lemas sekali nich.. auch..!” lenguhnya semakin tinggi.

Baca juga : CERITA DEWASA – WOW.. MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM DI WARNET

Aku segera mengangkatnya ke tempat tidur dan melanjutkan jilatan-jilatanku di daerah surganya. Tak terasa, sudah lebii dari 10 menit aku memberiiya pengantar kenikmatan, seolah ia sudah sangat pengalaman. Sampaii akhirnya, aku terkejut karna ia menjadi seperti kejang, meremas kepalaku dan menekannya ke kemaluannya.

“Beeen.. aku mau.. augh..!” lenguhnya meninggi.
Wow.., dia sudah orgasme. Ada sedikit cairan kental keluar dari kemaluannya, hangat dan nikmat. Dalam keadaan terengah-engah masih kujilat biibir kemaluannya. Lenguhan-lenguhannya seperti tak mau berhenti. Terkulailah wanitaku lunglai seperti tanpa daya. Kupeluk dan kucium bibirnya dengan mesra dan lembut. Aku sengaja menahan diri, untuk memberinya kesempatan lebih dulu.
“Gimana Ki, enak..?” tanyaku, “Kamu pernah seperti ini sebelumnya..?”

“Aku gak tahu pasti bayanganmu tentang diriku, Ben. Mungkiin kamu menganggap aku perempuan murahan. Tetapi sungguh, ini pertama kali aku merasakan kenikmatan yg tak terlukiskan. Biasanya, aku hanya masturbasi saja. Aku mau mempersembahkan keperawananku pada orang yg kukenali.” jawabnya.

“Jadi kamu masih perawan..?” tanyaku dgn heran. QQ ONLINE
“Ya, aku masih perawan. Dan aku akan mempersembahkannya untukmu. Aku sangat mengenalmu, Ben.”
Jawaban ini membuat hatiku runtuh, sebab biasanya aku berpacaran dgn perempuan-perempuan yg sudah tak perawan.
“Kiki aku minta maaf, tetapi sepertinya aku tak sanggup melanjutkan. Aku belum mengatakan, gimana latar belakang dan keadaanku sebenarnya.” keinginanku untuk menjelaskan dipotong Kiki.

Baca  juga : CERITA DEWASA – DI AJARI BERCINTA OLEH ANAK KOST SENDIRI

“Ben, aku sudah tahu kok. Aku tanya sama teman-temanmu di sana. Dan mereka memberi tahu apa adanya. Jadi, aku sudah tahu dan siap untuk menjadi madumu.” jawabnya dgn centil sembari mencubitku.
“Yg bener nih..?” tanyaku sembari tertawa, bahagia sekali rasanya.Kutengok arlojiku, sudah jam 11 malam.
“Kamu nggak mau pulang nengok Papa-Mama Ki..?”
“Kan sudah saya bilang, saya bolos dan kamu harus merahasiakannya, Oke..!”

Dia membalikkan badannya sehingga menghadapku, kulonggarkan pelukanku dan dia seperti tersadar. “Lho.., jadi kamu tuh masiih berpakaiian to..? Ya ampun, malu nih..! Payah kamu. Ayo dong, kamu juga buka pakaian..!”
Aku segera membuka pakaian. Kiki memandang dgn penuh rasa ingin tahu JUDI ONLINE. Tanpa sadar, burungku yg tegang sekali ternyata sudah mengeluarkan cairan bening.

“Ben, burungmu besar sekali. Muat gak ya..?” tanyanya sembari memandangi kemaluanku yg coklat kehitaman.Ukurannya sebenarnya tak lah besar hanya sekitar 14 cm.
“Kok ada cairan beningnya siih..?”
“Ya iiya, aku kan juga merasakan kenikmatan dgn memberimu yg tadi itu.”
“Ben, kasih tahu dong gimana aku bisa memberimu kenikmatan seperti yg kurasakan tadi..!” pintanya.
“Learniing by doing aja ya.” jawabku.

Sesudah memberi tahu cara-caranya, aku lalu rebahan. Masih dgn sedikit canggung, Kiki mulai memegang, menggosok dan memiijat kemaluanku, juga buah zakarnya.
“Ooh.. Kiki, enak sekalii..!” gumanku menikmatinya.
“Mulai dikemut dong Sayang..!” pintaku.

Baca juga : MENIKMATI MISS V TANTE MAY DAN ANAK PERAWAN – PART 2

Kiki dgn sedikit ragu memasukkan kemaluanku ke dalam mulut mungilnya. Pada awalnya sedikit sakiit, karna sesekalii terkena giginya, tetapi kemudian Kiki menjadi lebih pintar. Kuluman atas kemaluanku menjadi lebih lembut dan nikmat sekalii.
“Kemut, jilat dan raba semuah.. Ki..!” pintaku karna mulai menanjaklah kenikmatan itu. Karna sering kali tak tahan, aku menggoyangkan bokongku. Sehingga, jilatan bagian bawah buah zakar seringkali salah ke daerah sekitar anus. Dia memejamkan mata, jadi dia tak tahu, tetapi aku dapat merasakan kenikmatannya.

“Oougghh.., enak sekalii Ki..!” erangku tiap kali daerah duburku terjilat. Pada awalnya aku memang tak sengaja, tetapi kemudian sesekali kupelesetkan kerana nikmatnya. Aku belum pernah mengalami kenikmatan ini dari perempuan mana pun. Kenikmatan mulai memuncak dan aku meiinta Kiki untuk mengulum kemaluanku, karna aku sudah mendekati puncak. Kiki mengulum sembari menggerakkan kepalanya ke atas-bawah dan kadang memutar. Dan sampaiilah puncak kenikmatan iitu.
“Aauugghhrhh.. aku keluarhh..!” erangku sembari meremas rambut Kikei dan memegangnya erat supaya tak lepas.

Kiki terkejut karna semprotan spermaku yg kusemburkan air nikmat itu ke dalam mulutnya, yg membuatnya menelan sembari gelagapan. Sisa spermaku menetes dari mulutnya.
“Kenapa dikeluarkan di mulutku Ben..?” Kiki memprotes.
“Sama saja Sayang, kamu tadi kan begitu juga. Enak kan JUDI DOMINO..?” aku menimpali sekenanya.
Semula ia terlihat jengkel tetapi kemudian tersenyum, paham.

Jam 12 malam sudah. Satu sama. Kiki melihat ke kemaluanku dan heran.
“Lho kok jadi kekel dan pendek. Tadi besar sekali sampai mulutku gak muat..?”
“Ya iiya dong Sayang, kalo lgi bobok yg cuma 3 cm, tetapi kalo bangun jadi tambah besar, hebat ya..!”
“Trus kalo mau bikin besar lgi, caranya gimana..?” Kiki tanya sembari meremas-remas kemaluanku.
“Kalo mau sedikit lama, ya gitu, diremas, diraba. Kalo mau cepet ya dikemut lgi.”

Dan tanpa diminta, Kiki segera mengemut gagang kemaluanku, yg kemudian memang langsung membesar pada ukuran penuhnya. Aku tak mau ketinggalan, kubalikkan badanku sehiingga kami mempraktekkan posisi 69. Kiki sepertiinya menjadi bangkit gairah dan melenguh-lenguh sembari mengulum gagang kemaluanku.
Sesudah kami sama-sama penuh gelora dan napas kami sudah tersengal-sengal penuh kenikmatan, Kiki bertanya, “Gimana lanjutnya Ben.?”

Baca juga : APA SICH RASANYA MAKING LOVE PERTAMA KALI

“Kamu bener udah siap..? Kamu gak nyesel nanti..?” kutanya Kiki karna aku sebenarnya mendua, ingin menjaganya sekaligus ingin menuntaskan hubungan asmara kami.
“Aku kan sudah bilang. Aku siap untuk mempersembahkan keperawananku buat kamu. Jadi mulailah, giimana..?”

Mendengar jawaban ini, akal sehatku padam. Segera aku berlutut di antara selangkangannya. Kutempelkan gagang kemaluanku ke kemaluannya. Menggesekkannya dan sedikiit menekannya.
“Ouuch Ben.., enak sekalii..! Terusiin Ben..! Aahh..!” lenguhnya mulai merasakan kenikmatan.
“Kiki, yg pertama ini sedikit sakit, tetapi hanya sebentar. Kamu akan terbiasa dan mulai merasakan niikmatnya. Tahan ya..!” sembari kutelungkupi badannya yg mungil itu.

Kucium bibirnya dgn penuh nafsu dan kusedot kuat-kuat. Kucium dan kugigiit-kekel putiing susunya. Kiki mendesah nikmat. Kuciium lgi bibirnya kuat-kuat. Dan sewaktu itulah kutekan gagang kemaluanku masuk ke liang senggamanya. Kiki memelukku erat terhenyak. Pastilah dia menahan sakit.

Sesudah gagang kemaluanku masuk sepenuhnya, kubiarkan ia di dalam, diam. Terus kucium bibirnya sembari kubuat kedutan-kedutan di kemaluanku. Kiki ternyata melakukan refleks yg sama. Otot kemaluannya juga membuat kedutan-kedutan yg semakin lama terasa sepertii tarikan-tarikan halus, menyedot gagang kemaluanku, seolah meminta lebih dalam. Aku mulai mengayun-ayun pelan dan mulai kurasakan ujung kamaluanku menyentuh liang rahimnya. Oooh nikmat sekali. Inilah alasanku, mengapa aku selalu lebih senang dgn perempuan bertubuh mungiil. Tubuh yg dapat memberiku kenikmatan lebiih. (Tetapi kalo adanya yg tinggii, ya gak nolak, hehe..)

Ayunanku mulai lebiih lancar dan berirama. Kiki sepertinya sudah tak sakit lgi. Atau barangkali kenikmatan ini sudah mengalahkan rasa sakitnya.
“Gimana Sayg, enak..?”
“Oouuh Ben., terusin..! Lebiih keras.., lebih cepat.. hegh.. ooh.. Ben nikmat sekalii Sayg..!”
“Kiki, nanti aku semprotkan maniku di dalam atau di luar..?”
“Terserah, apa pun yg membuat kita nikmath hegh..!”
“Kalo nantii kamu hamil gimana..?”
“Biiariin, biiariin, aauchh..!”
Kami bicara sembari menggoyang badan kami. Dgn refleknya Kiki mengimbangi setiap sodokan dan goyanganku. Kalo aku cepat, dia pun mempercepat. Kalo aku melambat, dia pun begiitu. Sembari menggoyang, kulumat bibirnya, kusedot dan kugigit-gigit buah dadanya

Leave a Reply