Ini Penyebab Gagal Registrasi Kartu SIM

BERITA TERPERCAYA – Pemerintah sudah akan memberlakukan registrasi kartu prabayar dengan data kependudukan NIK dan nomor KK mulai 31 Oktober 2017. Meski begitu, sudah cukup banyak pengguna ponsel yang melakukan registrasi sejak adanya pengumuman registrasi prabayar. Plt Kabiro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Noor Iza mengatakan bahwa walaupun ada aturan registrasi kartu prabayar berlaku per 31 Oktober, pengguna sudah bisa melakukan registrasi ulang mulai sekarang.

Melalui pantauan media sosial DOMINO ONLINE bahwa tidak semua pengguna yang melakukan registrasi kartu prabayar berhasil. Sebagian dari mereka mengalami kegagalan. Apa penyebab kegagalannya? Noor Iza menjelaskan ada beberapa penyebab kegagalan dalam registrasi kartu prabayar.

Baca juga : Cara Registrasi Nomor Telepon Selular

* Saat registrasi nomor NIK dan nomor KK harus dipastikan sesuai dengan yang ada di KTP dan KK
Dia mengatakan, jika saat nomor NIK dan nomor KK belum tervalidasi, bisa jadi data pengguna belum ada di database Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

“Kalau data kependudukan belum ada di database Dukcapil memang masih invalid. Registrasi bisa diulang hingga lima kali, kalau sampai lima kali gagal, operator akan mengirimkan pemberitahuan ke pengguna,” tuturnya QQ ONLINE

SMS yang dikirim oleh operator berisi pernyataan nomor NIK dan nomor KK pengguna memang sudah benar, selanjutnya pengguna memberi balasan konfirmasi ia setuju mendaftarkan nomornya sesuai data NIK dan nomor KK yang diberikan. Dengan demikian, kata Noor, pengguna akan bertanggung jawab secara hukum terhadap data yang diberikannya. Nomor telepon pengguna pun akan diaktifkan

*Beda Format Registrasi Antar Operator
Hal lain yang bisa menjadi penyebab kegagalan registrasi kartu prabayar menurut Noor Iza adalah format registrasi yang berbeda antaroperator. Pengguna yang registrasi harus menyesuaikan dengan format yang diberikan operatornya.

Pada dasarnya, kata Noor, data yang dibutuhkan dalam registrasi kartu prabayar hanya dua, yakni nomor NIK yang tertera di KTP dan nomor KK. Artinya, tidak masalah bila operator memberlakukan format registrasi berbeda.

“Data kependudukan yang digunakan memang hanya nomor NIK dan nomor KK, tapi operator mendesain sistem di dalamnya sehingga format bisa berbeda. Nanti tanggal 30 Oktober, operator akan melakukan broadcast tata cara registrasi sehingga pengguna bisa mengikutnya,” paparnya. JUDI ONLINE


Sekadar diketahui, Kemkominfo selama ini menyampaikan format registrasi kartu prabayar, yakni NIK#NomorKK#. Sementara, pelanggan lama memiliki format ULANG#NIK#NomorKK#.

Masing-masing operator punya format berbeda. Untuk kartu SIM perdana Indosat, Smartfren, dan Tri menggunakan format NIK#NomorKK#. Format pengguna XL Axiata adalah Daftar#NIK#Nomor KK dan format Telkomsel adalah Reg (spasi) NIK#NomorKK.

Lain lagi dengan registrasi ulang pelanggan lama. Indosat, Smartfren, dan Tri menggunakan format ULANG#NIK#NomorKK#.

XL Axiata menggunakan format ULANG#NIK#NomorKK dan Telkomsel menggunakan format ULANG (spasi) NIK#NomorKK#.

Leave a Reply