Kejagung Menahan Ketua BKKBN Tidak Aktif

BERITA HARIAN TERKINI – Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan ketua Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) non-aktif Surya Chandra Surapaty karena tuduhan korupsi dalam kesepakatan pengadaan alat kontrasepsi.

Jaksa Agung untuk kejahatan khusus (Jampidsus) Warih Sadono mengatakan Surya dituduh melakukan korupsi dalam pengadaan implan pada tahun 2014 dan 2015 senilai lebih dari Rp 490 miliar (US $ 36,25 juta), menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp 110 miliar. DOMINO ONLINE

“Dari dua proyek pengadaan ini, kami menyebut empat orang sebagai tersangka. Dua dari perusahaan swasta sementara dua lainnya adalah pejabat pemerintah, “katanya kepada wartawan.

Baca juga: Bulukumba Mengadakan Festival Phinisi

Warih mengatakan Kejagung mulai menginvestigasi Surya setelah mengeluarkan sprindik (surat pemesanan awal penyelidikan) pada bulan September. Surya sempat ditanyai dua kali sebelum dia ditangkap hari ini. QQ ONLINE

“Perannya dalam kasus korupsi adalah [sebagai ketua BKKBN] ketika dia diduga ikut campur dalam proses pengadaan. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat apa yang akan diungkapkan dalam proses persidangan. “

Mengomentari klaim pengacara Surya bahwa klien mereka tidak bersalah, Warih mengatakan bahwa Kejaksaan memiliki bukti dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut.

“Kami akan mengungkapkan semuanya di persidangan. Apa yang bisa kami jamin, kami menamai dia sebagai tersangka [pada bulan September] berdasarkan bukti. “

Warih menambahkan, Kejaksaan Agung telah menyita aset Surya senilai Rp 5 miliar. “Kami mencari lebih banyak aset.”

Surya saat ini ditahan di fasilitas penahanan Kejaksaan Agung di kompleks Pemakaman Salemba, Jakarta Pusat. AGEN DOMINO

Leave a Reply