Polisi Memeriksa Pimpinan KPK, Pemalsuan

BERITA HARIAN TERKINI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadapi tekanan baru setelah Polri melancarkan penyelidikan dugaan pemalsuan dokumen oleh ketua Agus Rahardjo dan wakilnya Saut Situmorang.

Badan antigraft atas negara tersebut telah terkepung berkat langkah politik yang gigih oleh aktivis pembuat undang-undang yang percaya bahwa DOMINO ONLINE ini ditujukan untuk merongrong KPK.

Juru bicara Kepolisian Nasional Insp. Jenderal Setyo Wasisto pada hari Rabu mengkonfirmasi bahwa polisi telah menyelidiki kasus tersebut, yang merupakan tindak lanjut dari sebuah laporan yang diajukan oleh salah satu pengacara Ketua DPR dan Ketua Partai Golkar Setya Novanto.

Juru bicara Kepolisian Nasional Insp. Jenderal Setyo Wasisto memegang sebuah foto saat jumpa pers di Jakarta pada 25 Mei. Juru Bicara Polisi Nasional Insp. Jenderal Setyo Wasisto memegang sebuah foto saat jumpa pers di Jakarta pada 25 Mei.

Dia mengatakan Agus dan Saut telah dilaporkan mengenai dugaan penyalahgunaan kekuasaan seputar dokumen larangan perjalanan yang dikeluarkan oleh KPK terhadap Setya pada 2 Oktober.

“Kejahatan yang dituduhkan memalsukan dokumen atau penyalahgunaan kekuasaan,” kata Setyo. QQ ONLINE

Sudah dua hari setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk mendukung gerakan praperadilan Setya dan membatalkan keputusan KPK untuk menamai dia tersangka kasus korupsi e-ID profil tinggi.

Setyo membantah laporan yang mengatakan Agus dan Saut dinyatakan tersangka.

Menurut UU KPK tahun 2002, seorang pemimpin KPK yang diberi nama tersangka harus diskors dari posisinya.

Baca juga : Siapa Penyebar Foto Setya di Rumah Sakit?

Setyo mengatakan, penyidik ​​polisi, pada Rabu siang, telah menanyai enam saksi, termasuk satu pakar linguistik, tiga ahli hukum pidana dan satu ahli hukum tata negara. Baik Agus maupun Saut belum diinterogasi.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, badan antigraft tersebut siap siaga menghadapi penyelidikan JUDI ONLINE polisi terhadap Agus dan Saut dan memberikan bantuan hukum untuk keduanya.

“Kami yakin Polri akan bersikap profesional dalam hal ini,” kata Febri, seraya menambahkan bahwa pertarungan korupsi harus diprioritaskan.

Leave a Reply