Belanja Di luar Negeri Bisa Senilai 500$

BERITA TERPERCAYA – Pemerintah telah meningkatkan penyisihan barang yang dibeli di luar negeri sehingga pelancong dapat membawa negara tersebut bebas bea masuk.

Ambang batas yang melampaui bea cukai yang dikenakannya dicabut dari US $ 250 sampai $ 500, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantornya, Kamis.

“Meskipun kami telah meningkatkan ambang batas, angka tersebut masih di bawah ambang batas untuk barang bebas pajak yang diberlakukan di China dan Singapura masing-masing seharga $ 750 dan $ 600,” kata Sri Mulyani kepada wartawan, pekan lalu AGEN DOMINO

Dia menjelaskan bahwa pungutan yang dikenakan pada barang-barang yang melebihi tunjangan $ 500 termasuk pajak pertambahan nilai 10 persen (PPN) dan pajak penghasilan 10 persen (PPh).

Pelancong yang memiliki kartu wajib pajak (NPWP), bagaimanapun, hanya diharuskan membayar PPh 7,5 persen, sementara mereka yang tidak memiliki NPWP diharuskan membayar 15 persen PPh, katanya.

Baca juga : Jokowi Berbelanja Batik di Yogyakarta Sebelum Tahun Baru

Berbeda dengan peraturan AGEN QQ sebelumnya, dimana kewajiban tersebut diterapkan pada keluarga, peraturan baru tersebut hanya diterapkan pada individu, kata Sri Mulyani. “Di bawah peraturan baru ini, setiap anggota keluarga bepergian dapat membeli barang hingga $ 500,” tambahnya.

Persoalan ini membuat keributan pada media sosial pada bulan September, ketika dua pelancong harus membayar Rp 5,4 juta ($ 408) kepada petugas bea cukai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk membeli tas yang mereka beli di Singapura.

Meski di tempat sejak 2010, peraturan tentang bea masuk hanya diberlakukan pada bulan September, menciptakan beberapa kejutan yang tidak diinginkan karena para wisatawan dikenai biaya di bandara untuk barang yang dibeli di luar negeri.

Sejak saat itu, banyak yang meminta pemerintah untuk mengangkat ambang di atas mana sebuah kewajiban dipungut atas barang yang dibeli di luar negeri. DOMINO ONLINE

Leave a Reply