Ditangkap Karena Membunuh Beruang Madu

Ditangkap Karena Membunuh Beruang Madu

BERITA NASIONAL

BERITA TERBARU – Setelah menonton video yang menjadi viral di media sosial, Polisi Indragiri Hilir di Riau telah menangkap empat petani karena diduga membunuh empat beruang madu.

Keempat tersangka, semuanya adalah warga distrik Tempuling, diduga membantai dan memakan daging beruang madu, yang dilindungi di bawah undang-undang 1990 tentang sumber daya alam dan konservasi ekosistem.

Kapolsek Indragiri Hilir, Adj. Komisaris Sr. Christian Rony Putra mengatakan bahwa sebuah tim gabungan yang terdiri dari polisi, divisi penegakan hukum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera dan polisi hutan memulai penyelidikan setelah menyaksikan video viral yang menunjukkan penangkapan dan pembunuhan beruang madu, diduga di kabupaten AGEN QQ itu,

Tim menuduh bahwa pembunuhan terjadi pada hari Sabtu dan menemukan beberapa bukti, termasuk kulit beruang, daging dan empedu, serta tombak, pisau, senapan angin dan tali yang tampaknya digunakan untuk menjebak beruang, yang jarang ditemui di alam liar.

Selama penyelidikan awal, keempat tersangka mengatakan mereka awalnya memasang perangkap untuk menangkap babi hutan di desa Mumpa, Tempuling, pada 18 Maret. Sabtu lalu, mereka menemukan bahwa perangkap itu telah menjerat tiga beruang madu.

Mereka mengatakan bahwa mereka kemudian memukul kepala beruang atau menusuk leher mereka untuk membunuh mereka sebelum menguliti dan memotong mereka. Mereka kemudian membagi daging beruang di antara mereka untuk pribadi
konsumsi.

Baca juga : Polisi Menangkap Pembunuh Beruang Riau

Keempatnya juga memberi tahu para penyelidik bahwa mereka menemukan beruang madu lain di jebakan pada hari yang berbeda. Mula-mula, mereka mengambil beruang madu hidup ke salah satu rumah mereka.

“Beruang itu kemudian ditembak dengan senapan angin pada hari Minggu. Mereka mengklaim mereka harus membunuh beruang itu karena mereka takut beruang itu menjadi agresif,” kata Rony. AGEN DOMINO

Para tersangka kini menghadapi dakwaan berdasarkan undang-undang tahun 1990, yang membawa hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta (US $ 7.270).

Leave a Reply