Pengadilan Menolak Kasus Ahok Ditanyakan

BERITA TERKINI – Beberapa aspek penolakan Mahkamah Agung terhadap permohonan peninjauan kasus yang diajukan oleh mantan gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama terhadap keyakinan penghujatannya, termasuk prosesnya yang cepat, telah disesalkan.

Mahkamah Agung menjatuhkan putusannya pada 26 Maret, hanya 19 hari setelah menerima berkas kasus dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang dianggap pendek dibandingkan dengan kasus lain.

Pengacara Ahok, Fifi Lety Indra, mengatakan untuk kasus lain, seperti kasus pembunuhan yang menghukum mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, butuh 122 hari bagi pengadilan untuk menolak permohonan peninjauan kembali kasus yang terakhir.

Mengutip pernyataan Mahkamah Agung bahwa kasus Ahok dengan cepat diputuskan karena telah menarik perhatian publik dan “penting”, Fifi mengatakan pengadilan seharusnya mempertimbangkan semua kasus sama. AGEN QQ

“Kasus ini cepat diputuskan karena dianggap penting. Bagaimana itu bisa jadi penting? Pengadilan akan melihat bahwa semua kasus dan individu adalah sama. Ini masalah prinsip, ”kata Fifi, Kamis menurut kompas.com.

Fifi, yang juga adik Ahok, mengatakan dia tidak mengerti mengapa pengadilan gagal mempertimbangkan bukti yang diajukan oleh pengacara, misalnya bukti yang terkait dengan Buni Yani, yang ditemukan bersalah merusak video yang digunakan untuk mendukung kasus penodaan terhadap Ahok. .

Baca juga : Habitat Rafflesia ditemukan di Bengkulu

Panel hakim dalam kasus Ahok dipimpin oleh hakim Artidjo Alkostar, yang terkenal karena hukumannya yang keras terhadap terdakwa korupsi.

Setelah keputusan pengadilan, muncul laporan bahwa Artidjo adalah anggota dari Front Pembela Islam (FPI). Dia kemudian membantah laporan itu. AGEN DOMINO

FPI berada di belakang serangkaian demonstrasi di mana para peserta menuntut penangkapan dan keyakinan Ahok atas pernyataannya, yang dianggap menghujat Islam.

Leave a Reply