Pelaku Bom Surabaya Diduga 1 Keluarga

BERITA HARIAN TERPERCAYA – Tiga orang yang diduga pelaku bom bunuh diri, seorang wanita dan dua anak yang dilaporkan meledakkan bom di Diponegoro Indonesian Christian Church (GKI) di Jl. Diponegoro di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu pagi, sengaja dipilih untuk melakukan serangan untuk menarik perhatian kurang, kata seorang ahli.

Solahudin dari Pusat Studi Terorisme dan Konflik Sosial Universitas Indonesia mengatakan kelompok teroris menggunakan wanita dan anak-anak dalam misi bunuh diri karena mereka kurang menarik kecurigaan dari petugas keamanan.

Pembom wanita dan anak-anak juga menarik lebih banyak perhatian media, Solahudin menambahkan.

“Teror tanpa media tidak akan berhasil menyebarkan ketakutan. Nilai berita [menggunakan] wanita dan anak-anak sebagai pembom lebih tinggi daripada menggunakan pembom laki-laki, ”katanya AGEN DOMINO

Baca juga : Terjadi Ledakan 3 Bom di Gereja Surabaya

Mulyanto yang berusia 55 tahun, seorang petugas parkir di gereja GKI, dikutip oleh kompas.com sebagai menggambarkan pelaku bom bunuh diri sebagai “seorang wanita bersama dengan dua anak-anak dalam cadar dan rompi hitam” yang memasuki halaman depan gereja sebelum bom meledak.

Solahudin mengatakan dia yakin serangan itu juga dimaksudkan untuk mendorong orang lain untuk lebih berani dalam meluncurkan serangan teror lain mengingat fakta bahwa para pelaku pengeboman adalah wanita dan anak-anak.

“Serangan ini juga merupakan pesan untuk memprovokasi kelompok [dari penyerang yang diduga],” katanya.

Serangan bom juga melanda dua gereja lain, Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jl. Ngagel Madya di Gubeng dan Gereja Pantekosta Surabaya di Jl. Raya Arjuna, pada hari Minggu pagi. Setidaknya 13 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan AGEN QQ itu.

Leave a Reply