Anak-anak Terlibat Bom Jauh Dari Sekolah

BERITA TERBARU – Keluarga yang bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, keduanya di Jawa Timur, melarang anak-anak mereka menerima pendidikan formal sehingga mereka bisa lebih mudah menanamkan mereka dengan ideologi radikal, kata polisi pada hari Selasa.

Kapolda Jawa Timur Insp. Jenderal Machfud Arifin mengatakan tiga keluarga itu sering berkumpul di rumah Dita Oeprianto di mana mereka belajar bagaimana membuat bom. Selama pertemuan itu, mereka juga menunjukkan kepada anak-anak mereka film-film jihad kekerasan untuk mengajari mereka ideologi radikal, tambahnya.

Dita bersama dengan istri dan keempat anaknya terlibat dalam pemboman bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu.

Pemboman bunuh diri lainnya terjadi di sebuah apartemen murah di Sidoarjo pada hari Minggu, sementara serangan bunuh diri di markas Polisi Surabaya terjadi pada hari Senin. Kedua serangan ini dilakukan oleh dua keluarga yang berbeda.

“Ketiga keluarga ini berasal dari jaringan yang sama. Mereka berkumpul setiap hari Minggu setelah doa sore, ”kata Machfud. AGEN DOMINO

Untuk menghindari kecurigaan dari tetangga mereka, anak-anak diberitahu oleh orang tua mereka untuk mengatakan mereka belajar di rumah jika ada yang bertanya di mana mereka belajar, kata Machfud.

“Sebenarnya, mereka [anak-anak] belum pernah belajar di rumah. Mereka terputus [dari masyarakat] dan diindoktrinasi, ”kata Machfud.

“Mereka secara konsisten diindoktrinasi dengan video dan ceramah.”

Tiga bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu, menewaskan 18 orang termasuk enam dari pelaku: Dita, istrinya Puji Kuswanti dan keempat anak mereka.

Baca juga : Setelah Bom Surabaya, Dihimbau Waspada

Beberapa jam setelah pemboman gereja, sebuah bom meledak sebelum waktunya di sebuah apartemen murah di Sidoarjo, menewaskan keluarga tiga orang: Anton Ferdianto, istri dan putra sulung mereka. Tiga anak mereka yang lain selamat.

Machfud mengatakan putra kedua Anton tidak diindoktrinasi karena ia tinggal bersama neneknya dan menghadiri sekolah formal.

“Putra Anton tidak ingin diindoktrinasi. Dia tinggal di sebelah apartemen [orang tuanya] dan tidak pernah tinggal bersama orang tuanya, ”Machfud melanjutkan. AGEN QQ

Setelah dua pemboman pada hari Minggu, bom bunuh diri terjadi di markas Polisi Surabaya, menewaskan empat pelaku dan melukai 10 orang.

Leave a Reply