Klaten 'Khawatir' Krisis Air Dari Merapi

Klaten ‘Khawatir’ Krisis Air Dari Merapi

BERITA NASIONAL

BERITA TERPERCAYA – Erupsi freatik berulang di Gunung Merapi sejak Senin tidak mempengaruhi kegiatan sehari-hari di desa Balerante, Panggang dan Sidorejo di kabupaten Kemalang, kabupaten Klaten, Jawa Tengah – tetapi kekurangan air bersih.

Ketiga desa tersebut terletak hanya sekitar 5 kilometer dari puncak gunung api.

“Ketika erupsi freatik pertama terjadi [pada 11 Mei], penduduk kami tetap tenang. Ketika Mt. Status siaga Merapi dibangkitkan dari ‘normal’ menjadi ‘peringatan’ awal pekan ini, mereka tetap tenang. Mereka terus pergi ke ladang mereka dan mencari rumput untuk memberi makan ternak mereka, ”kata kepala desa Sidorejo, Jemakir.

Dia menambahkan bahwa penduduk Kemalang jauh lebih khawatir tentang krisis air bersih yang saat ini mereka hadapi daripada tentang Mt. Letusan Merapi. Mereka sudah terbiasa berurusan dengan Mt. Aktivitas gunung berapi Merapi.

Baca juga : Abu Gunung Merapi Capai Candi Borobudur

“Di beberapa desa di kabupaten itu, tidak ada hujan dalam dua bulan terakhir. Banyak mata air yang mengering, ”kata Jemakir.

Penduduk Sidorejo Sulimin, 45, mengatakan beberapa warga di desanya sudah mulai membeli air bersih. Lainnya bersumber air bersih dari mata air Bebeng di Sleman, Yogyakarta, yang cukup jauh.

“Untuk mendapatkan air dari mata air, warga membayar Rp 170.000 [US $ 12,03] per tangki dengan kapasitas 6.600 liter. Mereka biasanya membayar air bersama, ”kata Sulimin. AGEN QQ

Kepala Badan Mitigasi Bencana Klaten, Bambang Giyanto mengatakan 22 desa di tujuh kabupaten di seluruh Klaten rentan terhadap kekeringan. Sebelas dari 22 desa berada di kabupaten Kemalang.

Leave a Reply