Warga Pari Protes Soal Tanah Tanpa Izin

BERITA TERBARU – Puluhan warga Pulau Pari di bawah Forum Pulau Pari Peduli (FPPP) mengadakan protes di depan Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada hari Senin untuk menuntut agar para hakim membebaskan semua tuduhan terhadap Sulaiman, yang dituduh oleh PT Bumi Pari Asri dari tanah tanpa izin yang dimiliki oleh perusahaan membangun homestay untuk disewakan kepada wisatawan.

Koordinator protes, Zulkifli, mendesak para hakim “untuk mengambil posisi yang adil dengan berpihak pada penduduk Pulau Pari”.

Dia mengatakan bahwa kasus Sulaiman adalah kasus ketiga kriminalisasi yang digunakan untuk mengintimidasi penduduk agar menyerahkan tanah mereka di pulau yang terletak di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Baca juga : Pasangan Mencuri Uang Biayai pernikahan

Pada 2017, tiga nelayan di pulau itu dituduh memungut biaya ilegal, sementara setahun sebelumnya, seorang nelayan dituduh masuk tanpa izin, tambahnya.

Sidang atas masalah ini terjadi antara perusahaan dan Sulaiman pada hari Senin. Overseen dengan ketua hakim Ramses Pasaribu, itu menghadirkan tiga saksi mata.

Sebelumnya, PT Bumi Pari Asri menggunakan 62 sertifikat tanah dan 14 izin bangunan untuk mengklaim sekitar 90 persen dari lahan di Pulau Pari.

Pada bulan April, kepala akting kantor Ombudsman Jakarta, Dominikus Dalu, mengatakan penerbitan izin perlu dievaluasi sebagai lembaga menemukan kasus maladministrasi. AGEN QQ

Leave a Reply