Jokowi Membantah Menghasut Kebencian

BERITA TERPERCAYA – Presiden Joko “Jokowi” Widodo membela pidatonya baru-baru ini pada hari Senin, yang telah membangkitkan tuduhan untuk menghasut kebencian oleh lawan-lawannya, mengatakan bahwa dia tidak pernah bermaksud untuk mempromosikan kekerasan.

“Saya katakan [pada waktu itu] bahwa aset terbesar kami adalah persatuan [bangsa]. Karena itu marilah kita menahan diri dari menghasut kebencian dan mengejek orang lain.

“Itu adalah apa [pidato saya],” katanya seperti dikutip oleh kompas.com. “Silakan tonton [pidato] secara menyeluruh dan dalam konteks.”

Dia merujuk pada pidato kontroversial yang dia buat pada hari Sabtu selama pertemuan nasional dengan ribuan pendukungnya di Bogor, Jawa Barat.

Dalam pidatonya, Jokowi mendesak para pendukungnya, yang telah bekerja di kampanyenya sejak pemilihan presiden 2014, untuk menghindari menghasut kebencian atau membuat pernyataan fitnah untuk menyerang kamp-kamp yang bersaing selama kampanye. AGEN DOMINO

Baca juga : Jokowi Berduka Untuk Korban Gempa Lombok

Namun pernyataannya, yang meminta para pendukungnya untuk “mengambil tantangan untuk bertempur dengan berani”, segera memprovokasi tuduhan dari lawan-lawannya, termasuk Partai Gerindra yang mengatakan itu bisa ditafsirkan sebagai seruan untuk melakukan kekerasan.

Dalam pidatonya, Jokowi juga menggunakan kata berantem, istilah Indonesia yang secara umum mengacu pada konflik fisik antara dua atau lebih individu.

Komentar kontroversialnya datang tepat setelah pendaftaran untuk pasangan calon presiden dibuka pada hari Sabtu.

Pencalonan Jokowi telah diumumkan secara resmi namun pencalonan kandidat presiden Gerindra, Prabowo Subianto, saingan Jokowi pada tahun 2014, belum dapat dikonfirmasi. Baik Jokowi maupun Prabowo tidak menyebutkan nama rekannya. AGEN QQ

Leave a Reply