Kegiatan Ekonomi di Lombok Setelah Gempa

Kegiatan Ekonomi di Lombok Setelah Gempa

BERITA NASIONAL

BERITA TERBARU – Pemilik toko di Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah kembali berbisnis setelah berlindung selama dua hari terakhir, menyusul gempa kuat yang menewaskan lebih dari 100 orang di provinsi itu pada Minggu malam.

Toko-toko swalayan, supermarket dan kios penjual sayur terbuka dan sibuk dengan pelanggan di Mataram dan sekitarnya pada hari Selasa. Tempat parkir supermarket lebih sibuk daripada dua hari terakhir. Namun, pasar tradisional, termasuk di antara Mataram dan Lombok Barat, tetap ditutup karena bangunan mereka rusak berat.

Aminah, 45, kembali menjual makanan dan sayuran segar pada hari Selasa setelah berlindung dengan anak-anaknya di Masjid Monjok. Dia mengatakan bahwa meskipun dia trauma dengan gempa, dia lebih khawatir tidak memiliki cukup uang.

“Saya mempersiapkan diri untuk memasak hari ini. Kemarin, kami masih takut pulang dan menyalakan kompor karena gempa susulan,” katanya AGEN DOMINO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa, pada Selasa siang, 256 gempa susulan telah melanda sejak gempa berkekuatan 7,0 skala richter melanda provinsi itu pada Minggu malam.

Baca juga : Gempa di Lombok Merupakan Gempa Kembar

Banyak pelanggan adalah pengungsi seperti dirinya. Mereka memesan makanan siap saji yang siap saji karena sebagian besar tidak memiliki sarana untuk memasak di rumah, atau tidak ingin repot-repot menyiapkan makanan hangat di tempat penampungan.

Pemilik toko kelontong Lalu Aminullah, 37, adalah vendor lain yang melanjutkan bisnis pada hari Senin. Dia didorong untuk mulai menjual makanan lagi setelah melihat banyak pemilik toko lain melakukan hal yang sama.

“Saya menjual mie instan dan air mineral botolan di dekat tempat penampungan di Masjid Islamic Center,” katanya. AGEN QQ

Sebelumnya, warga Mataram kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar karena sebagian besar toko ditutup.

“Pada dasarnya tidak ada kegiatan ekonomi yang terjadi dalam dua hari terakhir di sini,” kata Suyanto, 64 tahun.

Leave a Reply