Pemerintah Bergegas Membantu Bencana

BERITA TERBARU – Pemerintah pusat dan pemerintah lokal telah bergegas untuk memimpin upaya bantuan bencana untuk membantu para korban gempa kuat yang melanda Sulawesi Tengah pada jam 6:02 sore. waktu setempat pada hari Jumat.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto memimpin pertemuan dengan para menteri dan lembaga negara pada Jumat malam untuk menetapkan rencana tindakan yang akan melibatkan penempatan personel, pengiriman bantuan dan perbaikan fasilitas yang rusak.

Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Palu mengalami kerusakan pada sistem navigasinya serta 500 meter dari landasan pacu sepanjang 2.500 meter sebagai akibat dari gempa bumi, yang membuat mustahil pesawat besar untuk mendarat, kata Wiranto.

Namun, pemerintah mengatakan pihaknya memperkirakan bahwa sisa 2.000 m dari landasan pacu masih dapat digunakan untuk pendaratan pesawat kargo Hercules dan pesawat CN-235, sehingga pihak berwenang dapat mempercepat pengerahan personil dan pengiriman bantuan, termasuk medis bantuan dan pasokan makanan, ke daerah-daerah yang terkena bencana. JUDI ONLINE

“Kementerian Perhubungan akan mengerahkan satu helikopter dari Makassar ke Palu sambil membawa peralatan navigasi, yang akan digunakan untuk menangani pesawat yang dapat mengirim pasokan,” katanya, menambahkan bahwa pada pukul 10 pagi landasan itu diperkirakan akan digunakan untuk pendaratan oleh Hercules. pesawat terbang.

“Transportasi udara sangat penting dan penting. Jika transportasi udara kembali, kami berharap bantuan dapat segera tiba ke daerah-daerah yang terkena bencana,” katanya.

Baca juga: Gempa Berkekuatan 7,7 SR Sulawesi Tengah

Personil Militer Indonesia (TNI) ditempatkan di dekat daerah yang terkena dampak dan pejabat dari Gorontalo, Mamuju dan Makassar telah bergerak untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan untuk menemukan dan menyelamatkan setiap korban yang mungkin terjebak, kata Wiranto.

Personil lain dari militer, polisi dan juga sukarelawan akan mengikuti untuk membantu dalam bantuan bencana, katanya. QQ ONLINE

Hingga Jumat malam, pemerintah belum menerima laporan tentang jumlah korban yang tewas dalam bencana itu karena sistem komunikasi rusak, dan pihak berwenang akan segera memperbaikinya, kata Wiranto.

“Jika masalah masih berlanjut, kami akan mencoba menggunakan komunikasi satelit dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB] dan Kementerian Komunikasi dan Informasi di pagi hari. Kami percaya bahwa kegiatan pengumpulan data akan dimulai pada saat itu,” katanya.

Leave a Reply