Tubuh Berserak Di Gempa Sulawesi Tengah

BERITA TERPERCAYA – Di tengah pemadaman listrik dan komunikasi yang telah mengikuti gempa berkekuatan 7,4 dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah, beberapa wartawan yang bermarkas di ibukota provinsi Palu telah dapat menyampaikan laporan singkat tentang bencana tersebut.

Ical, seorang wartawan dengan portal berita Sulteng Terkini, melaporkan melalui pesan yang telah beredar di kelompok-kelompok wartawan Whatsapp bahwa ia melihat “mayat di mana-mana” setelah gempa bumi pada hari Jumat pukul 6:02 malam. waktu setempat atau 5:02 siang Waktu Jakarta.

“Di sepanjang pantai Palu, rumah-rumah tersapu oleh tsunami, termasuk rumah saya di Tondo, hilang sepenuhnya akibat tsunami. Tubuh ada di mana-mana, ”kata Ical dalam pesan Whatsapp. “[Puji Allah], anak-anak saya aman,” katanya

Baca juga : Bagaimana Cara Membantu Korban Gempa Palu

Pada hari Minggu pagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa setidaknya 405 orang tewas, 29 hilang dan 540 orang terluka ketika tim penyelamat menyisir kota Palu yang porak-poranda.

Wartawan lain dengan koran Radar Sulteng, Rony, mengatakan dalam pesan yang dikirim tidak lama setelah bencana melanda bahwa jaringan komunikasi telah terputus sejak Jumat malam. “Kematian, sejauh ini, sebagian besar di sekitar Pantai Talise di Teluk Palu, tersapu oleh air laut. Kebetulan, ada pembukaan Festival Nomoni Palu di Pantai Talise, jadi ada banyak orang di sana, ”kata Rony.

Segera setelah gempa bumi, peringatan tsunami untuk Sulawesi Tengah dikeluarkan pada jam 17:07. Namun, peringatan itu dicabut sekitar 30 menit kemudian. QQ ONLINE

Leave a Reply