Bocah Tuli Indonesia Menyelamatkan Orang

BERITA TERBARUMisi Perdamaian Global (GPM) Malaysia mengatakan pihaknya berencana untuk menunjuk bocah lelaki cacat berusia 7 tahun dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pahlawan karena membantu wisatawan asing mengungsi dari daerah itu ketika gempa bumi mengguncang pulau itu baru-baru ini.

Taufik, bocah tuli dan bisu dari desa Senaru, Kabupaten Lombok Utara, membantu wisatawan Malaysia menemukan rute keluar dari Air Terjun Tiu Kelep ketika gempa berkekuatan 5,4 skala Richter terjadi dan memicu tanah longsor.

“Insya Allah [insya Allah] kita akan menamainya […] simbol kepahlawanan dan keberanian untuk menyelamatkan hidup mereka ketika mereka paling membutuhkan bantuan,” kata kepala operasi GPM Malaysia, Syahrir Azfar bin Saleh.

Gempa bumi menyebabkan tanah longsor di kabupaten itu, menewaskan sedikitnya dua orang Malaysia dan melukai lebih dari 30 orang – kebanyakan dari mereka adalah wisatawan asing dan domestik. DOMINO ONLINE

Baca juga : Gempa Bumi Menyebabkan Longsor di Lombok

Wong Siew Lim, seorang warga Malaysia yang menderita luka ringan di lengannya, mengatakan Taufik telah membantunya dan para wisatawan lainnya mengungsi dari daerah itu dengan aman setelah tanah longsor yang dipicu gempa bumi terjadi di sekitar daerah air terjun ketika mereka sedang berjalan-jalan.

“Ketika dia sedang dibawa, Taufik membantu kami dengan menunjukkan jalan keluar dari lokasi [air terjun],” katanya, menambahkan bahwa dia sangat berterima kasih kepada bocah itu.

Syahrir mengatakan GPM sedang melakukan upaya untuk mendapatkan dukungan dari kerajaan Malaysia sehingga bocah itu bisa dinobatkan sebagai pahlawan di Malaysia. Kisah kepahlawanan bocah itu juga akan diceritakan kepada keluarga kerajaan, tambahnya. QIUQIU99

“Kami juga ingin menciptakan kesempatan bagi [Taufik] untuk hidup normal. Mungkin kita bisa membawa Taufik ke Malaysia, ”katanya, seraya menambahkan bahwa GPM akan melakukan upaya untuk memberi Taufik bantuan medis.

Organisasi itu juga akan memberi tahu orang Malaysia agar tidak takut mengunjungi Lombok, kata Syahrir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *