Rab. Sep 30th, 2020

BERITA HARIAN 888

BERITA TERKINI | BERITA TERPERCAYA | BERITA HARIAN

Surakarta Menampilkan Tarian ‘Ketawang’

2 min read
Surakarta Menampilkan Tarian 'Ketawang'

Surakarta Menampilkan Tarian 'Ketawang'

RESEP TERBARUTari sakral bedaya ketawang biasanya dilakukan dalam versi singkat dengan durasi 30 menit hingga satu jam.

Namun, pada tanggal 1 April, bedaya ketawang akan disajikan secara penuh selama dua jam sebagai bagian dari tingalan jumenengan (peringatan penobatan) Paku Buwono XIII di Istana Surakarta di Jawa Tengah.

“Sembilan penari telah berlatih secara teratur selama seminggu, kecuali pada Jumat malam,” kata pejabat istana Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo, menambahkan bahwa para penari selalu disertai oleh abdi dalem (pelayan kerajaan), terutama ketika mereka harus melakukan prosesi doa untuk kinerja yang sukses.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tingalan jumenengan tahun ini akan menampilkan kirab budaya yang akan dimulai di istana pada jam 2 malam. DOMINO ONLINE

Orang-orang akan memiliki kesempatan untuk melihat Paku Buwono XIII selama pawai karena raja dan ratu akan bergabung dengan pawai dengan kereta kuda, sementara kerabat dan saudara kandung raja akan mengikuti.

Baca juga : Berkendara Sambil Merokok, Kena Tilang

“Istana hanya memiliki satu gerbong yang ditarik kuda, Kyai Garuda Kencana. Itu dibangun pada era Paku Buwono VII pada tahun 1836, meskipun ini pertama kali digunakan oleh Paku Buwono XI, ”kata KGPH Dipokusumo. “Kami juga mengizinkan pihak lain, seperti pemerintah Surakarta, menggunakan kereta kuda untuk acara budaya di kota.”

Sementara itu, Kanjeng Adipati Sosronegoro, ketua panitia acara, mengatakan sekitar 4.000 orang akan berpartisipasi dalam parade karena juga melibatkan orang-orang dari Yogyakarta, Semarang di Jawa Tengah, kota Madiun di Jawa Timur dan kabupaten Ponorogo di Jawa Timur.

“Paku Buwono XIII akan melakukan beberapa prosesi budaya sebelum parade, termasuk tingalan jumenengan,” kata Sosronegoro. “Kami ingin menghidupkan kembali tradisi kami.”

Kepala Dinas Kebudayaan Surakarta Kinkin Sultanul Hakim mengatakan bahwa pemerintah daerah mendukung tradisi tersebut karena tingalan jumenengan telah menarik sejumlah pengunjung.

“Banyak orang dari luar Surakarta datang ke kota ini untuk menyaksikan pertunjukan bedaya ketawang,” kata Kinkin. QIUQIU99

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2016 Beritaharian888.com All rights reserved. | Newsphere by AF themes.