Sen. Sep 23rd, 2019

BERITA HARIAN 888

BERITA TERKINI | BERITA TERPERCAYA | BERITA HARIAN

Peluncuran LinkAja Tunda Saat Idul Fitri

2 min read
Peluncuran LinkAja Tunda Saat Idul Fitri

Peluncuran LinkAja Tunda Saat Idul Fitri

BERITA TERKINIUpacara untuk meluncurkan LinkAja, sebuah platform keuangan yang didirikan oleh sejumlah perusahaan milik negara (BUMN), telah ditunda hingga setelah liburan Idul Fitri pada bulan Juni. Awalnya direncanakan telah diluncurkan bulan ini.

“Peluncuran akan dilaksanakan setelah Lebaran [Idul Fitri]. Ini bukan karena kurangnya kesiapan kami, tetapi kami ingin meluncurkannya dalam acara gala, ”kata pemberi pinjaman milik pemerintah PT Bank Mandiri, Rohan Hafas, pada hari Minggu seperti dikutip oleh kontan.co.id.

Bank Mandiri adalah salah satu pemrakarsa utama di balik LinkAja. Dia mengatakan LinkAja telah beroperasi sejak Februari dan sudah memiliki sekitar 5 juta pengguna.

Sementara itu, presiden direktur Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, yang juga ketua Asosiasi Pemberi Pinjaman Milik Negara (Himbara), mengatakan peluncuran akan diadakan di Stadion Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta Pusat.

Sementara itu, wakil menteri BUMN untuk bisnis jasa keuangan, survei dan layanan konsultasi, Gatot Trihargo, mengatakan lebih banyak BUMN seperti pengangkut bendera Indonesia, operator jalan tol PT Jasa Marga dan operator kereta api milik negara PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana untuk berpartisipasi dalam aplikasi, yang dioperasikan oleh PT Fintek Karya Nusantara (Finarya).

Baca juga : Pinjaman Negara Bergabung Dengan LinkAja

“Kami akan membuka pintu bagi BUMN lain untuk berkontribusi dengan menyuntikkan modal [ke PT Finarya],” kata Gatot, Minggu.

Saat ini, saham PT Finarya sepenuhnya dimiliki oleh PT Telkomsel, anak perusahaan dari perusahaan telekomunikasi milik negara PT Telkom Indonesia.

Awalnya, hanya PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Pertamina, PT Bank Tabungan Negara, dan PT Asuransi Jiwasraya yang menyatakan komitmen untuk memiliki saham perusahaan. QIUQIU99

Kartika mengatakan LinkAja juga berencana untuk memperluas bisnisnya menjadi platform untuk pinjaman peer to peer (P2P). Dia menjelaskan bahwa saat ini PT Finarya hanya memiliki izin yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk mengeluarkan uang elektronik (e-money).

Untuk menjadi platform pinjaman P2P, perusahaan perlu mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Layanan pinjaman P2P adalah rencana jangka panjang. Itu bisa beroperasi pada paruh kedua tahun 2020, ”tambah Kartka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *