Sab. Okt 19th, 2019

BERITA HARIAN 888

BERITA TERKINI | BERITA TERPERCAYA | BERITA HARIAN

Gunung Sinabung Meletus Kembali di Karo

2 min read
Gunung Sinabung Meletus Kembali di Karo

Gunung Sinabung Meletus Kembali di Karo

BERITA TERBARUGunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meletus pada Selasa pagi setelah tidak aktif selama sekitar satu tahun. Letusan terjadi pada pukul 6:41 pagi, memuntahkan abu 2.000 meter ke udara ke arah timur laut.

Muhammad Nurul Asrori, seorang petugas pos pemantauan Sinabung, mengatakan bahwa letusan Selasa adalah yang pertama sejak Mei 2018. Dia mengatakan abu yang dimuntahkan bisa melayang sejauh 15 kilometer.

“Orang-orang dalam radius 15 km, baik penduduk setempat maupun wisatawan, harus waspada terhadap letusan itu,” katanya.

Asrori mengatakan bahwa letusan itu terasa sampai pukul 10:44 pagi dan abunya masih terlihat. Gunung berapi, yang telah bergemuruh sejak 2010 dan mengalami letusan mematikan pada 2016, tidak memiliki kubah lava.

“Sejak Februari 2018, kami belum melihat kubah lava di kawah Sinabung. Inilah sebabnya mengapa tidak ada awan panas, ”kata Asrori.

Dia juga memperingatkan warga setempat untuk tetap waspada karena Mt. Sinabung masih dalam kondisi siaga (level IV) dari sistem peringatan gunung berapi empat tingkat nasional.

Pelin Depari, seorang warga desa Lau Kawar, mengatakan dia terkejut mengetahui bahwa Mt. Sinabung telah meletus lagi.

“Abu menutupi segalanya termasuk perkebunan kami dan itu cukup tebal,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Karo (BPDB) Martin Sitepu mengatakan empat kabupaten yang terkena dampak parah dari letusan Sinabung, yaitu Simpang Empat, Namanteran, Kabanjahe dan Berastadi.

“Banyak desa di empat kabupaten yang terkena dampak abu. Ini mengejutkan kami karena sudah setahun sejak Sinabung aktif, ”katanya.

Baca juga : Bromo Meletus, Pengunjung Dilarang Masuk

Martin mengatakan letusan itu menghantam ekonomi lokal dengan keras karena abu merusak perkebunan. Dia mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan beberapa truk pemadam kebakaran untuk membantu menurunkan abu dan membersihkannya dari perkebunan.

“Dibutuhkan waktu untuk membersihkan abu karena tebal dan area yang terbuka cukup besar,” tambahnya.

Komandan distrik militer Karo 0205 Letnan Kolonel Taufik Rizal, yang juga anggota Satuan Tugas Erupsi Sinabung, meminta penduduk desa untuk menghentikan kegiatan mereka di zona merah gunung. “Itu masih berbahaya. Mereka sebaiknya menjauh, “katanya. QIUQIU99

Sinabung meraung kembali ke kehidupan pada 2010 untuk pertama kalinya dalam 400 tahun. Setelah periode tidak aktif yang lain itu meletus sekali lagi pada tahun 2013 dan tetap sangat aktif sejak itu.

Pada 2016, tujuh orang tewas dalam salah satu letusan Sinabung, sementara letusan 2014 menewaskan 16 orang. Indonesia adalah rumah bagi sekitar 130 gunung berapi karena posisinya di Ring of Fire, sabuk batas lempeng tektonik yang mengelilingi Samudera Pasifik di mana aktivitas seismik sering terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *