Ming. Des 15th, 2019

BERITA HARIAN 888

BERITA TERKINI | BERITA TERPERCAYA | BERITA HARIAN

Kabupaten di Jambi Meningkatkan Siaga

2 min read
Kabupaten di Jambi Meningkatkan Siaga

Kabupaten di Jambi Meningkatkan Siaga

BERITA TERKINIJumlah anak-anak dengan pertumbuhan terhambat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, telah mencapai tingkat yang memprihatinkan karena setidaknya 10 dari 93 kecamatan di kabupaten tersebut telah melihat prevalensi stunting yang tinggi.

Ernawati, kepala divisi kesehatan dan gizi keluarga Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Timur, mengatakan bahwa kasus stunting di daerah itu didorong oleh sanitasi yang buruk dan kekurangan gizi di kalangan anak-anak.

“Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar 2018 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, angka [kasus stunting di kabupaten] adalah 40,9 persen,” kata Ernawati.

Kecamatan-kecamatan dengan prevalensi stunting yang tinggi termasuk Kuala Simbur di kabupaten Muarasabak Timur; Padan Lagan di kabupaten Geragai; Sinar Wajo, Sungai Beras dan Bukit Tempurung di Mendahara Ulu; Kota Kandis di Dendang; Rantau Rasau di Berbak; dan Pematang Mayan di kabupaten Rantau Rasau.

Angka 2018, bagaimanapun, adalah peningkatan dari angka pada 2013, yang menurut laporan Riset Kesehatan Dasar, adalah 48,5 persen dari stunting di antara anak-anak di bawah 5 tahun. Angka itu dianggap “prevalensi sangat tinggi” menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia.

Ernawati mengatakan pengerdilan, yang merupakan salah satu masalah gizi paling umum di Indonesia, mempengaruhi perkembangan fisik dan IQ anak-anak yang terhambat. Penelitian juga menunjukkan bahwa sanitasi yang buruk akan menyebabkan diare berulang yang pada gilirannya akan menyebabkan gizi buruk.

Secara terpisah, kepala Dinas Kesehatan Jambi Samsiran Halim mengatakan bahwa kasus anak-anak dengan pertumbuhan terhambat di provinsi itu secara bertahap menurun selama beberapa tahun terakhir, dari sebelumnya 37,8 persen menjadi 30,1 persen.

Baca juga : Hobi Masturbasi? Awas, Hal Ini Terjadi!

“Tetap saja, angka ini dianggap tinggi jika kita merujuk pada rekomendasi WHO [20 persen],” katanya.

Sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Kesehatan telah melakukan upaya untuk meningkatkan gizi bayi selama 1.000 hari pertama mereka, mulai dari ketika mereka masih dalam kandungan ibu mereka sampai mereka mencapai usia 2 tahun, katanya.

Wanita hamil yang menderita kekurangan gizi diberi makanan tambahan dan pemeriksaan kesehatan rutin. Balita juga diperiksa secara berkala untuk memantau berat dan tinggi badan mereka di pos pelayanan kesehatan terpadu di lingkungan mereka.

“Intervensi gizi dilakukan berdasarkan hasil pengukuran,” kata Samsiran. QIUQIU99

Balita biasanya menderita stunting karena kekurangan gizi. Indonesia berada di peringkat kedua di Asia untuk prevalensi stunting, setelah Laos, dengan 43,8 persen anak di bawah 5 tahun menderita stunting.

1 thought on “Kabupaten di Jambi Meningkatkan Siaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *