Sel. Sep 29th, 2020

BERITA HARIAN 888

BERITA TERKINI | BERITA TERPERCAYA | BERITA HARIAN

Artis Bela Instalasi Seni Didanai kota

3 min read
Artis Bela Instalasi Seni Didanai kota

Artis Bela Instalasi Seni Didanai kota

BERITA TERBARU –  Joko Avianto, seniman di balik instalasi seni bambu Getah Getih, telah menyesalkan bagaimana orang hanya berfokus pada jumlah uang yang dihabiskan untuk proyeknya, alih-alih mendiskusikan nilainya.

Setelah instalasi baru-baru ini dihapus dari lingkaran lalu lintas Hotel Indonesia di Jakarta Pusat setelah kurang dari setahun, penduduk setempat mengkritik kota karena mengalokasikan Rp550 juta (hampir US $ 40.000) untuk proyek tersebut.

Getah Getih dipasang pada Agustus tahun lalu dan dihapus pada malam 17 Juli.

“Tentu saja aku gelisah. Jumlah uang yang dihabiskan dan nilai materialnya telah menjadi fokus diskusi yang sangat pragmatis dan tidak mendidik […], ”tulisnya dalam sebuah posting di akun Instagramnya @jokoawi.

Lebih lanjut Joko mengatakan bahwa ia berharap orang-orang dapat menghargai dan menikmati Getah Getih.

View this post on Instagram

Tahun lalu di suatu penghujung pertemuan di Pendopo Balaikota, hati saya tergerak membantu mewujudkan ide pemprof DKI via Pak Gubernur @aniesbaswedan dalam menyongsong ASIAN GAMES 2018 dan HUT RI ke 73, karena kesempatan ini sangat langka bisa bersanding satu aksis dari utara ke selatan dengan tetengger kota seperti Patung Arjuna Wijaya 1987 (Nyoman Nuarta), Monumen Selamat Datang 1961 (Henk Ngantung dan Edhi Sunarso), Patung Jendral Sudirman 2003 (Sunaryo), dan Patung Pemuda Membangun 1971 (Munir Pamuncak), dan ketiga diantaranya adalah Guru-Guru dan Pinisepuh saya. Tanpa bermaksud mengabaikan badan berwenang dalam pengawasan pembangunan kota, dukungan kuratorial dan proses asesmen lainnya project ini tetap berjalan, dengan menjamin tidak akan ada kerusakan dan pencemaran di lokasi apalagi merebut titik orientasi kota. Tiba-tiba karya ini seperti ritual street art memburu waktu dan sembunyi-sembunyi tentunya bertujuan memberikan efek kejutan untuk publik luas. Sama sekali karya ini tidak memiliki kualitas bahan monumen yang abadi seperti laiknya batu atau perunggu, tujuannya berbeda, bersifat festive, momentarily, tetapi mengandung sifat memorial, ya setidaknya di alogaritma yang terekam di gadget anda… Tahun ini tahun ke-16, saya berkarya dengan #bamboo ,sekurang kurangnya pernah menghampiri 6 negara. Satu capaian yang tak terbayarkan adalah karya saya yang pernah menghampiri Jepang akan dipelajari dan mengisi buku kurikulum pendidikan seni SMP mulai 2021, saya pun sulit membayangkannya. Terlepas dari Kontroversi keterbelahan saya ingin menyampaikan bahwa seni memiliki fitrah universalitas, keterbukaan persepsi, pengalaman serta lintas dialog, bahwa ada sensasi keindahan lain yang meresahkan itu merupakan bagian sifat seni. Tentunya saya resah bahwa ukuran angka dan sifat materialistis terlalu menjadi hidangan utama agenda kepentingan, ini menjadi sangat pragmatis dan tidak mendidik ke arah kwalitas manusia Indonesia yang lebih baik… Yuk ! kita mampiri galeri dan museum seni dan acara-acara kesenian lainnya. Ini adalah karya saya di generasi ini, mana karyamu?

A post shared by Joko Avianto (@jokoawi) on

“Selain dari kontroversi, saya ingin mengatakan bahwa […] ada universalitas untuk seni, [yang] terbuka untuk interpretasi [dan] dialog berdasarkan pengalaman,” tambahnya.

Baca juga : Jakarta Membongkar Instalasi Seni Bambu

Joko, dalam menjelaskan bagaimana dia pertama kali menerima proyek dari pemerintah kota, mengatakan dia ingin membantu Gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam menyambut Asian Games 2018 dan Hari Kemerdekaan ke-73 Indonesia.

Dia berkata bahwa dia bangga dia memiliki kesempatan untuk memamerkan karya seninya di tempat umum, seperti para seniman sebelumnya.

“Ini adalah kesempatan langka untuk dapat memiliki karya seni saya berdiri di poros utara-selatan di mana Arjuna Wijaya Statue dibangun pada tahun 1987 oleh Nyoman Nuarta, Patung Selamat Datang pada tahun 1961 oleh Henk Ngantung dan Edhi Sunarso, Patung Jenderal Sudirman pada tahun 2003 oleh Sunaryo dan Patung Pemuda Membangun pada tahun 1971 oleh Munir Pamuncak. Mereka semua adalah guru dan senior saya, ”katanya.

Menanggapi kontroversi tersebut, Anies mengatakan dia akan mengundang lebih banyak seniman untuk menggunakan ruang publik di kota untuk memamerkan karya seni mereka.

Anies bahkan membela jutaan rupiah yang dihabiskan oleh kota untuk Getah Getih. QIUQIU99

“Bambu adalah salah satu produk lokal kami. Kami memilih menggunakan bambu karena uangnya akan langsung ke petani bambu dan pengrajin bambu. Itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak masuk akal tetapi sebenarnya memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian kita, ”katanya.

“Di masa depan, akan ada lebih banyak karya seni yang dipamerkan di seluruh cakrawala Jakarta. Kota ini milik semua orang. “

1 thought on “Artis Bela Instalasi Seni Didanai kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2016 Beritaharian888.com All rights reserved. | Newsphere by AF themes.