Rab. Sep 30th, 2020

BERITA HARIAN 888

BERITA TERKINI | BERITA TERPERCAYA | BERITA HARIAN

Darman Moenir, Pemenang Penghargaan Meninggal Usia 67 Tahun

2 min read
Darman Moenir, Pemenang Penghargaan Meninggal Usia 67 Tahun

Darman Moenir, Pemenang Penghargaan Meninggal Usia 67 Tahun

BERITA TERPERCAYAPenulis pemenang penghargaan, Darman Moenir meninggal pada usia 67 pada hari Selasa pukul 02:40 malam. waktu setempat di Rumah Sakit Umum Dr. M. Djamil di Padang, Sumatra Barat. Dia meninggalkan seorang istri, lima anak dan tujuh cucu.

Menantu Arzil mengatakan bahwa Darman mulai merasa tidak sehat awal tahun ini, dan dirawat di rumah sakit pada 8 Juli.

“Dia didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium IV, osteoporosis, dan gagal ginjal,” kata Arzil pada hari Selasa, dan ayah mertuanya telah dimakamkan di Pemakaman Universitas Andalas di Bandar Buat, Padang.

Darman lahir pada 27 Juli 1952 di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Dia menjadi terkenal ketika novelnya, Bako, memenangkan tempat pertama untuk fiksi romantis dalam kompetisi penulisan Dewan Seni Jakarta (DKJ) 1980.

Ia juga dikenal karena lima novel terkenal lainnya: Gumam (Murmurings, 1976), Denda (The fine, 1988), Aku, Keluargaku, dan Tetanggaku (Me, keluarga saya dan tetangga saya, 1993), Krit & Sena (2010), dan Andika Cahaya (cahaya Andika, 2012).

Baca juga : Pesta di Arena Ice Skating di Mal Taman Anggrek di Jakarta

Ia juga menerbitkan kumpulan cerita pendek berjudul Jelaga Pusaka Tinggi (The jelaga budaya tinggi, 1997) dan dikenal sebagai kontributor tetap untuk kolom cerita pendek Kompas.

Darman juga menulis puisi dan cerita anak-anak. Di antara karya-karyanya yang diterbitkan dalam genre adalah koleksi puisi, Kenapa Hari Panas Sekali (Mengapa hari begitu panas, 1975), dan Tanpa Makna (Tanpa makna, 1977).

Puisi-puisinya juga telah diterbitkan di Tonggak 4: Antologi Puisi Indonesia Modern 4 (Tonggak Sejarah: Antologi puisi Indonesia modern, Vol. 4, 1987).

Penyair dan penulis Esha Tegar Putra mengatakan bahwa negara tersebut telah kehilangan seorang penulis terkenal yang menghargai penulis muda dari Sumatera Barat. “Terutama dari mereka yang karyanya diterbitkan di media massa atau publikasi yang baru dirilis,” kata Esha

“Dia biasanya memberi tahu kami apa yang dia baca dari penulis Indonesia terbaru. Itu mungkin bagaimana dia menjadi dekat dengan generasi penulis yang lebih muda, ”kata Esha. QIUQIU99

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2016 Beritaharian888.com All rights reserved. | Newsphere by AF themes.