Sel. Sep 22nd, 2020

BERITA HARIAN 888

BERITA TERKINI | BERITA TERPERCAYA | BERITA HARIAN

Polisi Jawa Timur Menyebutkan Tersangka Terkait Pelecehan

2 min read
Polisi Jawa Timur Menyebutkan Tersangka Terkait Pelecehan

Polisi Jawa Timur Menyebutkan Tersangka Terkait Pelecehan

BERITA TERPERCAYA – Polisi Jawa Timur telah menunjuk tersangka lain yang terlibat dalam protes yang menyebabkan pelecehan rasis terhadap siswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, pada 16 Agustus, sehari sebelum hari kemerdekaan negara itu.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Insp. Jenderal Luki Hermawan mengatakan tersangka, yang diidentifikasi hanya sebagai SA, diduga mengarahkan pidato kebencian pada siswa Papua. Berdasarkan bukti video dan pernyataan saksi, polisi menemukan bahwa SA mengarahkan penghinaan rasis pada para siswa.

“Kami telah memeriksa dua saksi dan benar [bahwa SA diduga memberikan penghinaan rasis,” kata Luki, Jumat.

SA akan didakwa dengan Pasal 4 UU 40/2008 tentang pemberantasan diskriminasi ras dan etnis.

Secara terpisah, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Brigjen. Jenderal Tono Harmanto mengatakan polisi telah memutuskan untuk menyebut SA sebagai tersangka setelah mendapatkan bukti dari penyelidikan serta informasi dari para saksi.

Baca juga : Kabut Parah Melihat Sekolah Sekolah Diberhentikan di Dumai

Ketika ditanya apakah SA berafiliasi dengan organisasi massa apa pun, Toni menolak untuk menjawab. Dia hanya mengatakan tersangka termasuk di antara enam orang yang menerima larangan perjalanan dari polisi.

Sementara itu, mantan wakil ketua Forum Komunikasi Anak Veteran Indonesia (FKPPI) cabang Surabaya, Tri Susanti, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, belum memenuhi permintaan panggilan resmi polisi untuk diinterogasi.

Tri dijadwalkan untuk ditanyai pada pukul 1 malam. Namun, hanya pengacaranya, Sahid, yang pergi ke kantor polisi.

“Dia tidak bisa datang karena dia sakit,” kata Sahid kepada wartawan.

Pada 16 Agustus, Tri diduga memimpin anggota beberapa organisasi massa ke asrama mahasiswa Papua menyusul desas-desus tentang pencemaran nama baik terhadap bendera nasional negara tersebut.

Protes itu, yang menurut Tri dilakukan untuk mempertahankan bendera negara, mengakibatkan pelecehan rasial yang diarahkan pada orang Papua dan memicu protes antiracism yang meluas selama berhari-hari di kota-kota dan kabupaten-kabupaten di Papua dan Papua Barat. QIUQIU99

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2016 Beritaharian888.com All rights reserved. | Newsphere by AF themes.