Rab. Des 11th, 2019

BERITA HARIAN 888

BERITA TERKINI | BERITA TERPERCAYA | BERITA HARIAN

Facebook dan Twitter Kerap Menyebar Hoak

2 min read
Facebook dan Twitter Kerap Menyebar Hoak

Facebook dan Twitter Kerap Menyebar Hoak

BERITA TERBARUSalah satu pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, diam-diam telah meluncurkan sebuah media sosial baru yang dirancang untuk mengoreksi praktik Facebook serta Twitter. WT:Social, nama media sosial baru itu kini telah memiliki sekitar 78.000 anggota. Pada 6 November kemarin, media sosial tersebut memiliki sekitar 25.000 anggota.

Media sosial baru itu dirancang untuk melawan hoaks, konten keji yang tersebar bebas, luas, dan tak terbatas di Facebook serta Twitter – dua media sosial paling populer saat ini. Wales juga merancang WT:Social sebagai sebuah media sosial berbayar, berbeda dari Facebook, Twitter, atau Instagram yang bisa digunakan secara gratis.

Sebagai gantinya pengguna WT:Social akan bisa mengakses semua informasi dan berkomunikasi dengan bebas di dalamnya tanpa perlu khawatir dijual sebagai produk ke pengiklan. Dengan kata lain, media sosial itu tak akan menerima dan menayangkan iklan.

Baca juga : Kasus Suap Proyek BHS, KPK Periksa Direktur Angkasa Pura

Facebook dan Twitter – sama seperti Google – mengandalkan pendapatan dari iklan. Media-media sosial besar itu menjual data-data pribadi pengguna kepada pengiklan. Pengguna adalah produk media-media sosial besar itu.

Saat ini WT:Social memungut biaya 12,99 dolar per bulan atau sekitar 100 dolar per tahun di Amerika Serikat dan 90 euro per tahun di Eropa. Ia mengatakan model bisnis yang mengandalkan iklan menghasilkan konten-konten berkualitas rendah, termasuk hoaks.

Untuk mengatasi hoaks di WT:Social, Wales mengatakan pihaknya mengandalkan penyaringan dari pengguna sendiri. Di WT:Social pengguna bisa menyunting dan menghapus postingan atau konten orang lain. Sebagai pembanding, media sosial seperti Facebook mengandalkan moderator yang jumlahnya terbatas untuk menyaring konten-konten negatif.

Wales berharap WT:Social bisa meraup 50 juta sampai 500 juta pengguna. Ia ingin meniru Netflix dan Spotify yang berhasil merayu pengguna untuk membayar atau berlangganan. Membuat akun WT:Social memang gratis. Tetapi untuk masuk dan menggunakannya, pengguna harus menunggu dan masuk daftar waiting list. Tetapi pengguna yang membayar iuran akan terhindar dari antrean. Saat ini baru 200 orang yang bersedia membayar. QIUQIU99

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *