Sen. Sep 21st, 2020

BERITA HARIAN 888

BERITA TERKINI | BERITA TERPERCAYA | BERITA HARIAN

Wanita Sedih Setelah Berhubungan Seks?

2 min read
Wanita Sedih Setelah Berhubungan Seks?

Wanita Sedih Setelah Berhubungan Seks?

TAHUKAH ANDA – Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa berhubungan seks dengan pasangan akan memberikan rasa bahagia setelahnya. Tetapi, ada beberapa wanita yang justru mengalami kesedihan luar biasa setelah berhubungan seks. Hubungan seks akan menjadi konsensual. Namun, beberapa wanita bisa mengalami sesuatu yang disebut post-coital dysphoria atau tristesse. Kondisi ini artinya, wanita mungkin merasa sedih, cemas, agresif, gelisah atau melankolis setelah berhubungan seks.

Kondisi itu pun bisa terjadi ketika hubungan seks berjalan sangat baik. Pengalaman itu bisa membuat wanita mengalami kesepian dan ketakutan. Sebelumnya, masalah kesedihan setelah berhubungan seks ini telah dibahas oleh Sophie Saint Thomas di Mic. Ia berbicara dengan Jerilyn yang berusia 28 tahun yang menceritakan penderitaannya setelah berhubungan seks.

Saat itu Jerilyn mulai bertanya-tanya mengenai ada suatu masalah apa pada dirinya setiap kali berhubungan seks. Meskipun ia sendiri menikmati aktingnya ketika berhubungan seks. Sebuah penelitian baru mengenai kondisi itu pun menemukan bahwa 46 persen dari 230 perempuan mengalami post-coital dysphoria lebih dari yang diperkirakan.

Para peneliti menemukan bahwa keintiman atau pentingnya sebuah hubungan tidak terlihat sebagai masalah utama. Masalah ini bukan hanya sekadar one night stand biasa. Studi lain pada 2011 pun mengungkapkan hasil yang sama. Sekitar sepertiga wanita mengatakan mereka merasa depresi setelah berhubungan seks, meskipun itu memuaskannya.

Baca juga : Jurus Membuat Si Dia Puas Dengan Mulut!

Danise mengatakan bahwa itu bisa terjadi akibat ledakan hormon dalam tubuh yang didorong setelah berhubungan seks, termasuk endorfin, oksitosin dan prolaktin. Hormon-hormon itu turun setelah puncak orgasme, yang menyebabkan seorang wanita bisa mengalami rasa sedih setelah berhubungan seks.

“Tapi itu adalah fungsi biologis organik yang terjadi pada tingkat lebih besar atau lebih kecil bagi banyak orang,” tuturnya.

Para ilmuwan berpikir ini bisa menjadi fungsi evolusi, sesuatu untuk menyatukan orang sehingga mereka lebih mungkin berhubungan seks lagi. QIUQIU99

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2016 Beritaharian888.com All rights reserved. | Newsphere by AF themes.